Saya baru bangun tidur, yang tanpa adanya mimpi menemani tapi kamu masih ada dipikiran saya.
Sore ini, hujan datang. Mungkin rindu dengan saya atau memang dia tahu bahwa saya saat ini sedang bahagia dan dia mengetahuinya. Dia, Hujan.
Hujan, saya ingin bercerita tentang dia
Saya cinta dia lelaki saya, iya memang kamu, tetap.
Saya bersyukur dan bahagia karenamu dan karena-Nya
yang sudah membiarkan saya dan mengijinkan hati saya mencintamu.
Indahnya cerita kita memang tidak akan pernah bisa terucap dengan kata, tidak akan pernah
bisa digambarkan dengan apapun.
kalian yang bertanya pada saya apa saya benar-benar yakin dengannya
lihatlah mata saya, banyak jawaban jujur di mata saya, betapa saya menyayanginya betapa saya yakin dengannya betapa saya bersyukur dan bahagia bersamanya..
Hidup bahagia itu sederhana, mencinta dan dicinta dengan orang yang kita sayang
Kamu, 725km-ku, saya hanya ingin mengucap;
There's nothing like us, like you and me together trough the storm [Nothing Like Us//Kidrauhl]
I love you, a lot my 725km
Saturday, March 16, 2013
Thursday, March 7, 2013
Twogether
Selamat pagi untuk tawaku yang masih menyertaiku hari ini
Masih banyak pikiran yang hanya terfokuskan akan setiap kedipan mata dan detak jantungmu
Tapi,perlahan juga itupun akan terkikis
Aku membatu. Diam. Bibir pun terkatup rapat.
Buat aku percaya lagi, buat aku mencinta lagi, dengan tulus dan bahagia
Salam pagi hangat,
Satu dari separuh pikiranku.
Halo sahabat, sudah berapa puluh ribu hari yang sudah kita habiskan bersama? Tertawa, menangis, bahagia, segalanya sudah kita lalui bersama. Berdua.
Aku sayang kamu, seperti aku menyayangi orang tua, saudara, semua keluargaku.
Aku percaya kamu, seperti aku percaya bahwa Dia (you-know-who) akan datang dan berlutut didepanku dan mengecup manis bibirku.
Aku bahagia denganmu, seperti saat aku tertawa, melepas penat ketika bersama keluargaku.
Kamu salah satu yang menurutku segalanya dihidupku.
Kamu salah satu orang yang punya tempat duduk tersendiri di hatiku.
Dengar, kita sudah saling mengerti satu sama lain, dan mendengarkan keluh kesah satu sama lain.
Sedih, kita juga sudah merasakannya bersama.
Bertengkar, kita sudah melewatinya, tapi mungkin ada gelombang besar yang menanti kita lagi entah dimana. Who knows babe?
Percaya.. ini yang kupertanyakan.
Apa kamu sudah benar-benar mempercayaiku untuk saat ini?
Apa kamu sudah bercerita tentang semua keluh kesahmu padaku?
Jikalau aku belum sepenuhnya seperti yang aku ucap, ingatkan.
Jikalau aku sudah, pahami.
Aku benar-benar tidak ingin ada lagimisscomunication yang basi, yang hanya beralas waktu yang saling bentrok salah paham.
Aku mungkin berlebihan mengucap ini, tetapi inilah yang aku sampaikan.
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menaruh hatiku untuk seseorang
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menunggu dia datang untukku
Aku sayang denganmu, melebihi benciku dengan seseorang yang sangat aku benci
Dan.. aku akan mengalah untukmu, mengalah tentang segalanya, selama kamu meminta selama aku sanggup dan selama aku bisa belajar lebih rela, karena memang, kamu lebih berharga.
Aku sayang kamu, seperti aku menyayangi orang tua, saudara, semua keluargaku.
Aku percaya kamu, seperti aku percaya bahwa Dia (you-know-who) akan datang dan berlutut didepanku dan mengecup manis bibirku.
Aku bahagia denganmu, seperti saat aku tertawa, melepas penat ketika bersama keluargaku.
Kamu salah satu yang menurutku segalanya dihidupku.
Kamu salah satu orang yang punya tempat duduk tersendiri di hatiku.
Dengar, kita sudah saling mengerti satu sama lain, dan mendengarkan keluh kesah satu sama lain.
Sedih, kita juga sudah merasakannya bersama.
Bertengkar, kita sudah melewatinya, tapi mungkin ada gelombang besar yang menanti kita lagi entah dimana. Who knows babe?
Percaya.. ini yang kupertanyakan.
Apa kamu sudah benar-benar mempercayaiku untuk saat ini?
Apa kamu sudah bercerita tentang semua keluh kesahmu padaku?
Jikalau aku belum sepenuhnya seperti yang aku ucap, ingatkan.
Jikalau aku sudah, pahami.
Aku benar-benar tidak ingin ada lagi
Aku mungkin berlebihan mengucap ini, tetapi inilah yang aku sampaikan.
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menaruh hatiku untuk seseorang
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menunggu dia datang untukku
Aku sayang denganmu, melebihi benciku dengan seseorang yang sangat aku benci
Dan.. aku akan mengalah untukmu, mengalah tentang segalanya, selama kamu meminta selama aku sanggup dan selama aku bisa belajar lebih rela, karena memang, kamu lebih berharga.
Hai sahabat, aku rindu ceritamu.
Dengar Diamku
Apa aku yang memang terlalu bodoh, peduli dan mudah percaya kepada siapapun? Sehingga dengan bebasnya aku memberikan semua yang aku punya untuk aku berikan kepada mereka yang meminta ataupun tidak. Aku tak mengharap balas, aku tak mengharap pujian. Aku ikhlas, aku bahagia jikalau mereka yang menerima itu bahagia. Termasuk ketika aku berikan perasaanku pada seseorang nantinya.
Aku jatuh hati denganmu, sejak aku memandang malu dirimu yang hanya berjarak 120centimeter dariku saat itu. Kamu memandangku, dan kemudian memalingkan wajahmu ketika kamu tahu bahwa aku juga memandangmu.
Dan iya kamu malu.
Kita pun berjabat tangan dan mengucap nama, aku senang.
Kamu pun, mungkin, juga terlihat senang saat itu.
Hari pun berganti, dan rasa hatiku saat memandangmu dari suka pun berganti cinta.
Entah apakah ini memang benar atau tidak.
Aku hanya merasa, bahwa ini nyata.
Aku tidak benar-benar tahu dengan apa yang kamu rasa, apa yang kamu pikir dan siapa yang kamu cinta.
Tapi saat ini, aku tidak ingin kamu tahu apa yang sedang aku rasa.
Aku hanya bisa diam, dan diam.
Detik tetap berjalan sayang, waktu tetap melambaikan tangan ketika aku belum siap untuk menangis kembali.
Aku harus menerima bahwa kamu bukan milikku, dan hatimu tidak berlabuh dihatiku.
"Aku ingin bicara denganmu, sesuatu yang cukup penting untukku" ucapmu diseberang sana
"Kalau kamu ingin berbicara denganku, dan yang kamu bicarakan bukan aku melainkan dia, lebih baik tidak usah membuang waktumu. Karena aku bukan pendengar yang baik untuk itu. Maaf, aku sudah lelah dengan ini. Aku tidak mau tertipu untuk kesekian kalinya, aku tidak ingin percaya dengan semua sikapmu yang manis lagi untukku. Mungkin aku jahat, tapi semua ucapmu itu palsu. Aku sakit hati dengan ini, jadi tolong, hargai aku untuk sekali ini saja. Terimakasih" aku pun memutuskan sambungan telfon tanpa menunggumu mengucap salam pisah.
Iya, aku terlalu sakit hati. Aku menunggumu, aku tak berucap suka ataupun cinta, karena aku berharap kau yang mengucap itu pertama. Tapi ternyata, kamu lebih memilihnya, kamu terlalu jatuh hati dengannya tanpa memikirkan aku yang ada disini. Yang ada untukmu selalu, yang mengerti dan mencintamu.
Mungkin aku terlalu takut memulai, aku terlalu percaya dengan apa kata hatiku, dan ini yang harus aku terima. Kecewa, dan menangis.
Maaf, aku belum cukup berani untuk mengucap ini langsung didepanmu, tapi.. Aku sayang kamu. Ini pesan terakhir. Salam cinta hangat dariku, sayang.
Nb: Only for #FF2in1 @nulisbuku
Subscribe to:
Posts (Atom)
