Aku sayang kamu, seperti aku menyayangi orang tua, saudara, semua keluargaku.
Aku percaya kamu, seperti aku percaya bahwa Dia (you-know-who) akan datang dan berlutut didepanku dan mengecup manis bibirku.
Aku bahagia denganmu, seperti saat aku tertawa, melepas penat ketika bersama keluargaku.
Kamu salah satu yang menurutku segalanya dihidupku.
Kamu salah satu orang yang punya tempat duduk tersendiri di hatiku.
Dengar, kita sudah saling mengerti satu sama lain, dan mendengarkan keluh kesah satu sama lain.
Sedih, kita juga sudah merasakannya bersama.
Bertengkar, kita sudah melewatinya, tapi mungkin ada gelombang besar yang menanti kita lagi entah dimana. Who knows babe?
Percaya.. ini yang kupertanyakan.
Apa kamu sudah benar-benar mempercayaiku untuk saat ini?
Apa kamu sudah bercerita tentang semua keluh kesahmu padaku?
Jikalau aku belum sepenuhnya seperti yang aku ucap, ingatkan.
Jikalau aku sudah, pahami.
Aku benar-benar tidak ingin ada lagi
Aku mungkin berlebihan mengucap ini, tetapi inilah yang aku sampaikan.
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menaruh hatiku untuk seseorang
Aku sayang denganmu, melebihi saat aku menunggu dia datang untukku
Aku sayang denganmu, melebihi benciku dengan seseorang yang sangat aku benci
Dan.. aku akan mengalah untukmu, mengalah tentang segalanya, selama kamu meminta selama aku sanggup dan selama aku bisa belajar lebih rela, karena memang, kamu lebih berharga.
Hai sahabat, aku rindu ceritamu.

No comments:
Post a Comment