Friday, May 31, 2013

Tulisan di Pagi Hari

Hai, selamat pagi jarum rinduku

Jika Tuhan memberiku mimpi indah tentangmu setiap malam, aku tak akan pernah mengharap pagi ,sekalipun berbumbu kabut dingin yang menyejukkan hati. Sungguh, aku tak berminat untuk bergabung dengan indahnya jika mimpiku bercerita tentangmu. Karena jika mimpi ini terlewatkan, kecewa akan meradang dalam hati

Aku sadar ini hanya sekedar tulisan. Namun jika benar maka aku akan meminta ijin-Nya untuk bangun dari tidurku. Bangun agar bisa menunggu waktu yang berjalan ke hadapanku, membiarkanku memandang wajahmu, berbincang bebas tentang semesta denganmu. Ha..  Namun entah kapan denting waktu berpihak padaku dan membuatnya jadi nyata

Aku ingin jujur, dan..
Saat aku jujur pada hatiku sekarang sungguh aku mengharap waktu itu benar-benar datang padaku, walaupun hanya sekejap dan meninggalkan luka namun tak apa

Saat aku tersadar dan jujur pada diri sendiri tentang rasa ini, sungguh aku hanya ingin menangis. Menangis karena kebodohan diri sendiri, kenapa bisa hati ini terlepas dengan sendirinya, membiarkan dia menulis kisah baru yang diri sendiri pun takut untuk mengetahui bagaimana alurnya dan akhirnya cerita ini nanti. 

Tinta hitam tuk tuliskan namamu telah tercipta dalam lukisan polos dalam hati. Hembusan nada bermelodikan namamu juga selalu terngiang dalam dinding pikiranku tiap waktu..
Jika memang aku salah mempunyai rasa seperti sekarang, katakan. Jangan biarkan aku terlarut
Karena aku tak pegang kendali dalam hatiku sendiri saat ini..

Maafkan jika aku lancang mengusik hidupmu dengan perasaanku Sekali lagi maafkan

Tertanda // gadistanggal21

Tuesday, May 28, 2013

Galaksi Hati

Hai pencuri hati,
Asal kamu tahu kita masih dalam satu ikatan skenario Tuhan, menari berlagukan misteri-Nya berjalan dalam langkah yang sama tetapi dalam tujuan yang berbeda. Iya, kita berbeda. Duh, bahkan ketika saya mengucap "Kita" untuk menggmbarkan saya dan kamu pun itu terasa berat. Karena memang belum layak untuk disebut Kita.
Entah apa yang saya rasa ini benar nyata adanya atau tidak, karena hati saya pun sedang berputar-putar dalam galaksi yang tak jelas dan tak ada ujung
Bingung untuk mencapai tempatmu dan bingung bagaimana menghentikan perasaan ini,  karena saya ingin menjaga hati agar tidak remuk redam kembali untuk kesekian kalinya
Yang saya tahu dan bisa hati ini lakukan sekarang hanyalah diam tak berucap, mengikuti alur skenario ini, yang masih terombang-ambing dalam laut biru beratapkan awan mendung
Mungkin ini terlalu berlebihan tapi ya harus gimana lagi? Ketika hati meminta untuk berjalan sendiri otak pun harus mengalah dan hanya mengintai tanpa harus melakukan apapun untuk mencegahnya. 
Berapa ribu kalimat sudah yang mereka bilang pada saya agar menyerah dan melepas ini karena mereka merasa bahwa ini hanya sementara, dan tak akan berlanjut..
Tetapi entahlah, otak saya saat ini sedang berhibernasi dan hanya menunggu laporan akhir dari hati saya, apakah nanti Bahagia atau malah penuh dengan tangisan kembali? Sudahlah, saya ga tahu harus bagaimana, hati saya saat ini benar-benar menjengkelkan karena memaksa berjalan sendiri tanpa beri kesempatan pada saya untuk memilih dan berfikir..
Saat ini yang hanya bisa saya fikirkan, bagaimana kalo pada akhirnya hati saya akan menjadi kepingan yang bergambarkan pola wajahmu? Dan bukannya pola wajahmu yang utuh?

Thursday, May 23, 2013

Senja terindah di akhir Mei


23 Mei 2013,
Senja hari ini indah sekali benar-benar bisa membuat orang yang melihatnya, seketika akan jatuh hati, dan memohon pada Tuhan agar tersimpan dalam kotak memori diri yang beralunkan nada anggun dan bahagia. Namun dibalik Senja milik Tuhan yang indah hari ini, tersimpan duka dalam rintikan hujan. Dua hal yang saya cintai Senja&Hujan berkolaborasi bersama menampakan keindahan serta kepedihan tiada tara seakan mengerti bahwa saat ini terlalu sulit untuk bahagia bagi relung hati yang tak sanggup menahan pedihnya.

Pagi yang berawal dengan tawa haruskah ditemani dengan tangis? Sore manis ditemani senja yang memukau haruskah Hujan merintik sedih? Alam mengerti, Tuhan mengerti. Saat ini banyak sudah hati orang yang terpuruk, air mata merintih, tangan mengepal tanda menyesel kehilangan..
ketika melihat ‘beliau” orang terdekat-tersayang kita- senyum ramahnya telah hilang untuk selamanya, tangan halus yang selalu dijabat dan diselingi kata “Barakallah” tak akan bisa dijamah, nasihat bijaknya tak akan bisa didengar, hentakan kaki yang tegap dan berhenti seketika saat diri meminta tolong tidak akan pernah melangkah sekalipun, tawa bersama saat berkeluh kesah menghabiskan waktu dengan membicarakan hal abstrak dalam dunia tak akan pernah dapat dirasa, dan tatapan tajam beliau yang membuat kita merasa teduh tidak akan bisa kita lihat.. Walau hanya untuk yang terakhir kali dalam hidup.

Bapak Sahrur, saya menyesal, sangat menyesal ketika saya tidak akan pernah bisa ‘salim’ dan mengucap salam lagi ke Bapak 
Bapak Sahrur, saya masih ingin mendengar nasihat bijak dari bapak, yang membuat saya mengerti juga membuat saya selalu tersenyum lagi dan menganggap semua masalah ini hanyalah angin belaka.
Bapak Sahrur, saya masih ingin melihat senyum bapak, yang selalu ramah dan tampak indah dipandang.
Bapak Sahrur, untuk kesekian kalinya saya tetap ingin bertemu dengan bapak, dengan sehat dan tanpa kekurangan apapun dalam diri masing-masing.

Saya sadar.. “Saya Masih Ingin” adalah pola yang tetap akan berputar seperti itu seterusnya-selamanya-sampai kapanpun karena kenyataan berkata lain. Beliau sudah tenang, berjalan tegap dengan balutan pakaian bersih dan putih ditemani malaikat dan dengan tersenyum bahagia, semoga..
Saya yakin, Surga adalah tempat yang paling pantas untuk Bapak Sahrur, tempat termulia di sisi-Nya. Dan saya yakin, inilah yang Beliau mau, kembali pada-Nya dan berdiam di Surga-Nya.

Bapak Sahrur, mungkin tangan tak akan pernah bisa berjabat lagi, suara tak bisa terdengar, kaki tak akan bisa melangkah ataupun berhenti, dan tidak akan ada lagi tawa canda disaat sedang berkeluh kesah bersama, tapi Alhamdulillah, semuanya, semua hal tersebut sudah tertata-tersimpan rapi dalam memori, dan akan terus berputar tanpa saya pinta.
Bapak Sahrur, ini bukan perpisahan bagi saya, karena Bapak masih ada dalam hati dan selalu kekal di pikiran saya. InsyaAllah jika memang dikehendaki, mungkin saya dan Bapak bisa berjalan bersama nanti di tangga Surga milik-Nya


Selamat jalan Bapak, Senja&Hujan yang sedang berduka saat ini akan bahagia esok karena semua duka tidak harus ditangisi dan semua pun tahu satu lagi Calon Penghuni Surga-Nya telah datang.


tertanda; Fitria Laily Suci Maharini//Yang suka bolos jam pelajaran -di SMP- hanya karena ingin curhat ke Bapak Sahrur :")