Hai, selamat pagi jarum rinduku
Jika Tuhan memberiku mimpi indah tentangmu setiap malam, aku tak akan pernah mengharap pagi ,sekalipun berbumbu kabut dingin yang menyejukkan hati. Sungguh, aku tak berminat untuk bergabung dengan indahnya jika mimpiku bercerita tentangmu. Karena jika mimpi ini terlewatkan, kecewa akan meradang dalam hati
Aku sadar ini hanya sekedar tulisan. Namun jika benar maka aku akan meminta ijin-Nya untuk bangun dari tidurku. Bangun agar bisa menunggu waktu yang berjalan ke hadapanku, membiarkanku memandang wajahmu, berbincang bebas tentang semesta denganmu. Ha.. Namun entah kapan denting waktu berpihak padaku dan membuatnya jadi nyata
Aku ingin jujur, dan..
Saat aku jujur pada hatiku sekarang sungguh aku mengharap waktu itu benar-benar datang padaku, walaupun hanya sekejap dan meninggalkan luka namun tak apa
Saat aku tersadar dan jujur pada diri sendiri tentang rasa ini, sungguh aku hanya ingin menangis. Menangis karena kebodohan diri sendiri, kenapa bisa hati ini terlepas dengan sendirinya, membiarkan dia menulis kisah baru yang diri sendiri pun takut untuk mengetahui bagaimana alurnya dan akhirnya cerita ini nanti.
Tinta hitam tuk tuliskan namamu telah tercipta dalam lukisan polos dalam hati. Hembusan nada bermelodikan namamu juga selalu terngiang dalam dinding pikiranku tiap waktu..
Jika memang aku salah mempunyai rasa seperti sekarang, katakan. Jangan biarkan aku terlarut
Karena aku tak pegang kendali dalam hatiku sendiri saat ini..
Maafkan jika aku lancang mengusik hidupmu dengan perasaanku Sekali lagi maafkan
Tertanda // gadistanggal21
No comments:
Post a Comment