Apa aku yang memang terlalu bodoh, peduli dan mudah percaya kepada siapapun? Sehingga dengan bebasnya aku memberikan semua yang aku punya untuk aku berikan kepada mereka yang meminta ataupun tidak. Aku tak mengharap balas, aku tak mengharap pujian. Aku ikhlas, aku bahagia jikalau mereka yang menerima itu bahagia. Termasuk ketika aku berikan perasaanku pada seseorang nantinya.
Aku jatuh hati denganmu, sejak aku memandang malu dirimu yang hanya berjarak 120centimeter dariku saat itu. Kamu memandangku, dan kemudian memalingkan wajahmu ketika kamu tahu bahwa aku juga memandangmu.
Dan iya kamu malu.
Kita pun berjabat tangan dan mengucap nama, aku senang.
Kamu pun, mungkin, juga terlihat senang saat itu.
Hari pun berganti, dan rasa hatiku saat memandangmu dari suka pun berganti cinta.
Entah apakah ini memang benar atau tidak.
Aku hanya merasa, bahwa ini nyata.
Aku tidak benar-benar tahu dengan apa yang kamu rasa, apa yang kamu pikir dan siapa yang kamu cinta.
Tapi saat ini, aku tidak ingin kamu tahu apa yang sedang aku rasa.
Aku hanya bisa diam, dan diam.
Detik tetap berjalan sayang, waktu tetap melambaikan tangan ketika aku belum siap untuk menangis kembali.
Aku harus menerima bahwa kamu bukan milikku, dan hatimu tidak berlabuh dihatiku.
"Aku ingin bicara denganmu, sesuatu yang cukup penting untukku" ucapmu diseberang sana
"Kalau kamu ingin berbicara denganku, dan yang kamu bicarakan bukan aku melainkan dia, lebih baik tidak usah membuang waktumu. Karena aku bukan pendengar yang baik untuk itu. Maaf, aku sudah lelah dengan ini. Aku tidak mau tertipu untuk kesekian kalinya, aku tidak ingin percaya dengan semua sikapmu yang manis lagi untukku. Mungkin aku jahat, tapi semua ucapmu itu palsu. Aku sakit hati dengan ini, jadi tolong, hargai aku untuk sekali ini saja. Terimakasih" aku pun memutuskan sambungan telfon tanpa menunggumu mengucap salam pisah.
Iya, aku terlalu sakit hati. Aku menunggumu, aku tak berucap suka ataupun cinta, karena aku berharap kau yang mengucap itu pertama. Tapi ternyata, kamu lebih memilihnya, kamu terlalu jatuh hati dengannya tanpa memikirkan aku yang ada disini. Yang ada untukmu selalu, yang mengerti dan mencintamu.
Mungkin aku terlalu takut memulai, aku terlalu percaya dengan apa kata hatiku, dan ini yang harus aku terima. Kecewa, dan menangis.
Maaf, aku belum cukup berani untuk mengucap ini langsung didepanmu, tapi.. Aku sayang kamu. Ini pesan terakhir. Salam cinta hangat dariku, sayang.
Nb: Only for #FF2in1 @nulisbuku
Kereeeeeenn.....!!!
ReplyDeleteCerpennya keren..
Galau ya...
[halah, lu sendiri juga sering galau]
sori, itu jiwa gue yang lain, namanya Puyenk dot Net..
main-main lah ke rumah (baca: blog gue) biar kenal sama kita2...
sekalian nyambung tali silabukdarmi..
[silaturrahmi o'on]
iya, itu maksud gue...
okeh, gue cabut dulu..
jangan lupa main ke rumah ya..
salam kepala memutar....