Kamu siapa? Berani mengusik pikiranku tiap detik tanpa henti
Kamu siapa? Buatku tak sadar bahwa aku hidup dalam nyata, bukan khayal yg kucipta denganmu
Kamu siapa? Yang senyummu selalu hinggap dalam otak dan merefleksikannya sebagai senyum di wajahku
Kamu siapa? Selalu buat diriku merasa terbang melayang dalam lautan bintang di birunya langit
Kamu siapa? Yang selalu bisa menghipnotis mataku agar tak berkedip sedikitpun ketika didepanmu
Kamu siapa? Yang saat ini mengisi satu kursi istimewa di hatiku..
Aku tahu siapa kamu, aku mengenalmu dalam kejapan waktu
banyak waktu yang mengiringi dalam tarian langkahku ketika di sampingmu, aku yang merasa ini semua. entah dirimu iya atau tidak.. masa bodoh dengan kenyataan, saat ini yang terukir dalam pikirku hanyalah;
Aku kagum, aku menyukaimu, dalam barisan kata tak pedulimu yang selalu buatku geregetan tak beralasan
Aku tak peduli dengan tak pedulimu itu, karena yang aku tahu senyum selalu tercipta di wajahku saat ada kamu.
mungkin kamu tahu dengan rasaku ini, dan bertingkah seolah-olah kamu tidak mengerti
Aku juga tahu, aku hanyalah perempuan yang masih beranjak dewasa, mungkin kamu juga menyebutku sebagai 'gadis labil'
namun ketahuilah, aku adalah perempuan dewasa yang bisa romantis dan puitis karena adanya kamu, dan hanya karena kamu.
Untuk saat ini saja memang
karena akupun tak mengerti dan tak tahu, sampai kapan hati ini bisa mempertahankan rasa ini
Mungkin terlihat bodoh diriku bagimu, tapi bagiku tidak
Aku tidak mengharap kamu jadi milikku, tak mengharap kamu membalasnya
aku hanya ingin kamu sadar dan tahu
bahwa aku kagum denganmu tanpa alasan, aku menyukaimu tanpa pinta pamrih setitik kecilpun
Yah, anggap saja tulisan ini hanya sebaris bacaan yang tidak penting
karena mungkin kamu tak sekalipun memikirkan hal yang aku pikirkan
Aku ucap terimakasih untukmu, sudah terlalu banyak kupu-kupu indah yang hinggap dalam mimpiku saat berjalan denganmu. Dan mungkin sekarang kamu harus menangkap mereka semua, sebelum membuka pintu hatiku yang semakin lama semakin melebar hanya karena dirimu.
Terima kasih lagi, kupu-kupu biru.
No comments:
Post a Comment