Tuesday, June 11, 2013

Kopi

Kopi itu pahit tanpa adanya gula dan tiadanya kamu di pikirku, namun itu dulu.

Sudah berapa lama aku menggantungkan rasaku padamu selama ini?
2000hari lebih dan kamu hanya anggap itu semua sampah
Aku idiot untuk diriku sendiri, begitu percaya begitu sayangnya
hingga tak merasa bahwa aku terjerumus dalam tipumu
Aku tidak menyesal pernah menyayangimu bahkan mencintamu
Karena aku lakukan itu dengan tulus, tak ada sedikit sakit hatipun dalam diri
namun ada lubang hitam yang besar dipenuhi kecewa karenamu
Sungguh, tak ada rasa benci sebersit pun yang terlintas dalam pikirku
Tidak ada sama sekali
hanya saja, ampunku untukmu sudah habis, maafku untukmu sudah luntur
Aku hanya bisa terdiam ..
ketika melihatmu mengulang kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya
dan pada akhirnya aku harus melepasmu
karena pintamu, bukan pintaku.

Ketika waktu berlalu, detik terus menari tanpa peduli
kamu kembali, memanggilku, memohonku dalam pelukmu
tapi maaf, aku tidak ingin menjadi seorang yang idiot lagi
Kapok menjalar dalam otak, hingga berakar kuat
Seribu kalipun kamu mengucap rindu atas namaku
sekali lagi aku ucap "Maaf"
Tidak ada sejengkal rasapun dalam hati untukmu
Lelah dalam batin sudah terlalu kuat menggerogoti segala rasaku untukmu
mengkikis perlahan semua kenangan manis yang kita buat
Aku tidak berharap melupakanmu, semua tetap tersimpan baik dalam memori
Iya, sebatas memori yang menyimpan kenangan buruk akan dirimu.
Hanya saja ada sebutir rasa yang tertinggal untukmu
Peduli..

Aku tetap peduli denganmu. Bukan karena adanya sayang, tapi aku manusia.
Aku tetap sama seperti makhluk-Nya yang lain. Aku punya nurani
aku tidak akan pernah bisa membenci orang, apalagi membencimu
karena kamu layaknya satu keping dalam hati yang selalu mengisi relungku
namun sekarang, kamu kepingan yang harus aku kunci rapat
tetapi jika kamu datang kembali di hidupku dan buatku muak, maaf kembali
kamu harus menerima benciku yang langka.

Hai kamu,
Kamu, masih kopi pahitku, yang sangat pahit.
Tetapi perlahan menjadi Cappucino, pahit dalam manis.
Yang terkadang masih buatku tersenyum tipis


Untukmu, 24 ku yang lalu

No comments:

Post a Comment